Hari pertama bertemu kau selalu hanya bisa marah dan marah, semua yang dilakukan setiap orang semua salah menurutmu...aku pribadi mencoba untuk mengerti dengan semua sikapmu karena aku melakukan semuanya karena tugasku.aku membaca identitasmu:Tn.G,umur 21thn....sekarang aku mengerti mengapa kau bersikap begitu.....
Hari kedua kau berusaha ingin lebih dekat denganku,kau beritahu namamu(sebenarnya aku sudah tahu),lalu kau bertanya siapa namaku...mulai saat inilah kita bersahabat(seperti yang kau minta).
Hari ketiga saat aku bertemu denganmu, kau begitu semangat menceritakan kepadaku tentang kehidupan pribadimu....bagaimana kau membuat sebuah kelompok band remaja,yang personilnya adalah sahabat-sahabatmu sejak SMP(sekolah menengah pertama),yang juga satu kota denganmu.Aku melihat raut wajahmu yang tiba-tiba nampak sedih....aku bertanya ada apa? kau menjawab:"saat inilah awal kehancuran dalam hidupku".aku mencoba membaca apa maksud perkataanmu...tapi akhirnya kau menjelaskan padaku bahwa selama kalian bersahabat dikelompok band, kalian sangat akrab dengan yang namanya "Narkoba" dan "seks bebas".....Astagfirullah,aku langsung terkejut dan hanya bisa diam....kau melanjutkan ceritamu,kami menggunakan narkoba sejak kami masih SMP,memakai jarum suntik secara bersama(bergantian)...dan lebih mengagetkanku,tiba-tiba kau berkata:"ketiga sahabatku itu sekarang telah tiada (meninggal dunia),bahkan pacar dari salah satu sahabatku itu juga bernasib sama".......makanya "sekarng aku sadar bahwa semua kesenangan itu hanya sementara"...aku hanya tetap diam...akhirnya kau menutup ceritamu dengan bertanya padaku,apakah kau masih mau menjadi sahabatmu? dengan cepat aku menjawab iya,aku akan tetap menjadi sahabatmu.
Hari keempat seperti biasa aku harus menemuimu,melihat keadaanmu,mengontrol apakah kau telah selesai makan dan minum obatmu.Bila ada waktu luang aku menemuimu,kita berbagi cerita tentang kehidupan.....aku pribadi sangat bersyukur mempunyai sahabat sepertimu.
Hari kelima aku menemuimu khusus hanya untuk berbagi cerita denganmu sebagai seorang sahabat,karena hari ini aku bebas tugas(kebetulan saat ini bulan ramadhan,jadi aku mendapat izin untuk mengambil cuti untuk bisa merayakan lebaran).aku membawakan beberapa "buku khusus" untukmu dan juga untuk orangtuamu.hari ini kita bercerita lebih banyak tentang kehidupan,sesekali kita tertawa bersama sampai akhirnya aku menjadi akrab juga dengan orangtuamu.Tiba-tiba kau berkata padaku"bila aku sembuh nanti kita berdua pergi jalan-jalan berdua yah..." aku menjawab iya,insyaallah.Waktu sudah sore aku akhirnya mohon pamit pulang,pertemuan hari ini ditutup dengan doa dipimpin oleh ayahmu.kalian berdoa dengan cara kalian(kristen) dan aku berdoa dengan caraku (muslim).sebelum aku pergi kau berkata lagi " saat lebaran nanti tolong datang lagi kesini untuk melihatku" aku jawab insyaallah.
Hari keenam kau kirim pesan kepadaku lewat sms yang isinya "kapan kau datang lagi untuk menjengukku?" akutidak sempat membalas pesan itu karena hari itu dirumahku sangat sibuk untuk menyambut lebaran besoknya.
Hari ketujuh salah satu teman mengirim pesan padaku lewat sms yang isinya "Selamat hari raya idul fitri,mohon maaf lahir batin.kak,aku mau memberi kabar Tn.G sudah meninggal tadi jam 5 subuh.orangtuanya ingin bertemu kakak.terimaksh" Innailahi wainnailahi rajiun,sahabat semoga kau mendapat tempat yang terbaik disisiNya,amin...ternyata pesan lewat sms kemarin adalah permintaan terakhir darinya,maafkan aku sahabat.Sekali lagi aku mohon maaf karena hari ini aku tidak bisa mengikuti pemakamanmu.Aku baru bisa kemakamnya setelah 4 hari kemudian.
Aku sangat bahagia mempunyai sahabat sepertimu.aku sangat bersyukur bisa berbagi pengalaman tentang kehidupan denganmu.darimu aku banyak belajar berbagai hal.semoga kau mendapat tempat yang terbaik disisiNya,amin.aku bangga padamu,mau belajar berdoa agar kau bisa dekat kepada Tuhan,seperti katamu padaku "AJARI AKU BERDOA AGAR AKU BISA DEKAT KEPADA TUHAN".
"segala kesenangan yang ada didunia hanya besifat sementara,mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif.Belajar untuk merendahkan hati agar bisa memaafkan kesalahan setiap orang,kita hanya manusia biasa yang tidak pernah lepas dari salah dan khilaf.Terpenting kita mau mengakui kesalahan itu dan 'MAU BERUSAHA DAN TERUS BELAJAR UNTUK MENJADI LEBIH BAIK'.kita tidak berhak untuk menghakimi karena itu adalah hak mutlak dari yang maha kuasa"
Ditulis pada tanggal 01 desember 2009 (Hari AIDS Sedunia),khusus untuk sahabatku yang sudah tenang berada disisiNya.
Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain sama saja dengan orang yang memutuskan jembatan yang harus dilaluinya, karena semua orang perlu dimaafkan. - Thomas Fuller
Ada dua hal yang harus anda lupakan: kebaikan yang anda lakukan kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepada anda. - Sai Baba
Thursday, February 25, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment